{"id":2908,"date":"2021-12-22T06:20:51","date_gmt":"2021-12-22T06:20:51","guid":{"rendered":"https:\/\/fe.desnet.id\/5g_kominfo\/?p=2908"},"modified":"2021-12-22T06:20:51","modified_gmt":"2021-12-22T06:20:51","slug":"segera-hadir-layanan-5g","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fe.desnet.online\/5g_kominfo\/id\/segera-hadir-layanan-5g\/","title":{"rendered":"Segera Hadir Layanan 5G"},"content":{"rendered":"<div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Ketika Indonesia menyelenggarakan Asian Games 2018, negara ini juga sukses mendemonstrasikan layanan 5G. Tidak ingin berhenti dari kisah sukses itu, pemerintah kembali menetapkan ambisi menggelar layanan itu di 13 lokasi hingga 2024.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Ada 13 lokasi yang nantinya sudah bisa menikmati penggelaran infrastruktur nirkabel 5G, terdiri dari enam ibu kota provinsi di Pulau Jawa, lima destinasi wisata superprioritas, Ibu Kota Negara (IKN), dan satu industri manufaktur. Bila benar itu bisa direalisasikan, tentu menjadi kabar gembira dan catatan prestasi suatu bangsa. Artinya, Indonesia juga akan tercatat sebagai negara pionir penggunaan 5G.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Saat ini, menurut data International Telecommunication Union (ITU), ada 34 negara yang sudah mengoperasikan jenis teknologi selular generasi kelima tersebut per April 2020. Rencana penggelaran 5G di 13 lokasi ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika nomor 2\/2021 tentang Rencana Strategis Kementerian Kominfo.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Pemerintah akan fokus memfasilitasi pergelaran infrastruktur dan jaringan 5G di 13 lokasi hingga 2024. Adalah Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate yang menjelaskan itu sebagaimana tercantum dalam Permenkominfo yang baru saja diundangkan tersebut.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">\u201cPergelaran akan dilakukan secara bertahap dan pada tahap awal bersifat terbatas di sejumlah titik. Mulai sekarang, operator perlu mulai menghitung monetisasi dari investasi sehingga dapat memilih wilayah dengan profil lalu lintas data yang tinggi, atau yang nyaris menyentuh kapasitas maksimumnya dengan jaringan 4G,\u201d tuturnya dalam keterangan persnya, Kamis (25\/03\/2021).<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Selain itu, Menteri Johnny menuturkan, implementasi tahap awal jaringan 5G ini diselaraskan dengan langkah pemerintah yang tengah menyiapkan aturan tambahan mengenai pengelolaan jaringan 5G. Aturan tambahan ini memuat lima aspek yaitu, regulasi, spektrum frekuensi radio, model bisnis, infrastruktur, dan ekosistem, perangkat, dan talenta digital.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Tahun ini, Kominfo itu menyiapkan\u00a0<em>roadmap<\/em>\u00a05G nasional. Tahun berikutnya, menyiapkan regulasi atau kebijakan, serta percepatan 5G. Pada 2023, menyiapkan 11 lokasi dan setahun kemudian menjadi total 13 lokasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><strong><span lang=\"EN-US\">Perbedaan Terbesar<\/span><\/strong><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Sebelum beranjak lebih jauh lagi, tentu perlu diketahui jenis layanan apa 5G itu? Saat ini kita sudah banyak yang sudah menikmati layanan 4G. Nah, perbedaan terbesar antara 4G dan 5G adalah kapasitas puncak dan\u00a0latensi.\u00a0<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Misalnya, kapasitas puncak sektor layanan 5G dalam gbps (<em>gigabyte per second<\/em>) dibandingkan dengan 4G dalam mbps (<em>megabits per second<\/em>). Bila kita sudah menggunakan layanan berbasis 5G, konsumen akan merasakan pengalaman berupa kecepatan lebih dari 100 kali lebih cepat dari sebelumnya untuk berselancar di internet, mengakses video HD, dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Selain itu, latensi, atau waktu yang berlalu sejak informasi dikirim dari perangkat hingga digunakan oleh penerima, akan sangat berkurang pada jaringan 5G, memungkinkan kecepatan pengunggahan dan pengunduhan yang lebih cepat.\u00a0Perbedaan besar lainnya antara 4G dan 5G adalah ukuran\u00a0<em>bandwidth<\/em>.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Dalam konteks rencana tersebut, Kominfo berfokus dalam memfasilitasi dan pendampingan pergelaran infrastruktur dan jaringan 5G di 13 kota hingga 2024, dengan perincian enam ibu kota provinsi di Pulau Jawa, lima destinasi wisata superprioritas, Ibu Kota Negara (IKN), dan satu industri manufaktur pada tahap awal implementasi 5G.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Disebutkan dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika nomor 2\/2021, Pemilihan lokasi enam ibu kota provinsi di Pulau Jawa sebagai\u00a0<em>pilot project<\/em>\u00a0pada tahap awal implementasi 5G, karena enam lokasi tersebut dianggap\u00a0<em>feasible<\/em>\u00a0baik dari sisi potensi pasar maupun dukungan infrastruktur. Kominfo berharap setelah tergelar 5G di 13 lokasi, dalam waktu yang tidak terlalu lama, layanan 5G akan diperluas sesuai dengan pertumbuhan permintaan di lokasi-lokasi lain.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Rencana keluarnya payung hukum implementasi generasi 5 itu pun disambut kalangan pelaku bisnis. Menurut kalangan operator, rencana itu menjadi angin segar bagi operator untuk mempercepat pembangunan serat optik sehingga peralihan 5G tidak perlu waktu lama.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Perlu diketahui, perangkat 5G saat ini masih tersedia sangat terbatas. Tidak itu saja, masih ada pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan sebelum menuju penggelaran infrastruktur 5G. Misalnya, perlunya alokasi spektrum frekuensi dalam jumlah besar, minimal 100 MHz.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Sementara itu, pelaku bisnis yang lainnya berkomentar pengembangan 5G di Indonesia akan banyak bergantung pada perkembangan ekosistem global. Dia menjelaskan, pita frekuensi yang digunakan akan selaras dengan kondisi perangkat internasional yang telah mendukung untuk frekuensi tertentu. Penerapan 5G nasional, tambahnya, akan banyak mencontoh kasus penerapan 5G di tataran global.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Tak dipungkiri, saat ini sudah banyak negara yang mengimplementasikan jaringan 5G. Sayangnya, hasil dari pergelaran itu belum memperlihatkan manfaat yang optimal terhadap pertumbuhan bisnis operator telekomunikasi.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div>\n<p><span lang=\"EN-US\">Terlepas dari semua itu, Indonesia seperti negara-negara lainnya juga ingin mensejajarkan sebagai negara pionir layanan 5G. Sukses atau tidaknya juga tergantung dari dukungan semua pihak sehingga terbangun ekosistem yang kuat dan memberikan manfaat ekonomi yang luar biasa. Selamat datang 5G di Indonesia.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div><span lang=\"IN\"><a href=\"https:\/\/www.kominfo.go.id\/content\/detail\/33717\/segera-hadir-layanan-5g\/0\/artikel\"><span lang=\"EN-US\">https:\/\/www.kominfo.go.id\/content\/detail\/33717\/segera-hadir-layanan-5g\/0\/artikel<\/span><\/a><\/span><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika Indonesia menyelenggarakan Asian Games 2018, negara ini juga sukses mendemonstrasikan layanan 5G. Tidak ingin berhenti dari kisah sukses itu, pemerintah kembali menetapkan ambisi menggelar layanan itu di 13 lokasi hingga 2024. Ada 13 lokasi yang nantinya sudah bisa menikmati penggelaran infrastruktur nirkabel 5G, terdiri dari enam ibu kota provinsi di Pulau Jawa, lima destinasi &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/fe.desnet.online\/5g_kominfo\/id\/segera-hadir-layanan-5g\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Segera Hadir Layanan 5G<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2909,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-2908","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-acara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/5g_kominfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2908","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/5g_kominfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/5g_kominfo\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/5g_kominfo\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/5g_kominfo\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2908"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/5g_kominfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2908\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2910,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/5g_kominfo\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2908\/revisions\/2910"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/5g_kominfo\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2909"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/5g_kominfo\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2908"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/5g_kominfo\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2908"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/5g_kominfo\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2908"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}