{"id":3915,"date":"2012-05-23T22:24:45","date_gmt":"2012-05-23T14:24:45","guid":{"rendered":"https:\/\/makassar.bsilhk.menlhk.go.id\/?p=501"},"modified":"2012-05-23T22:24:45","modified_gmt":"2012-05-23T14:24:45","slug":"taman-nasional-bantimurung-bulusaraung-sebagai-penyedia-jasa-lingkungan-air","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/2012\/05\/23\/taman-nasional-bantimurung-bulusaraung-sebagai-penyedia-jasa-lingkungan-air\/","title":{"rendered":"Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sebagai Penyedia Jasa Lingkungan Air"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\" align=\"center\"><strong><a href=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/wisata2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-502\" title=\"wisata2\" src=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/wisata2-200x150.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"150\" \/><\/a>Oleh: Nur Hayati, S.P, M.Sc<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendahuluan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Provinsi Sulawesi Selatan ditunjuk menjadi kawasan konservasi cq. taman nasional berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 398\/Menhut-II\/2004 tanggal 18 Oktober 2004. Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung seluas \u00b1 43.750 hektar, terletak di wilayah administratif Kabupaten Maros dan Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan. Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung\u00a0 merupakan ekosistem karst yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan jenis-jenis flora dan fauna endemik, unik dan langka; keunikan fenomena alam yang khas dan indah; serta sebagai daerah resapan air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung merupakan <em>catchment area <\/em>bagi beberapa sungai besar di Sulawesi Selatan. Ada beberapa sungai menghulu di kawasan ini antara lain Sungai Walanae, Sungai Pangkep, Sungai Bone, Sungai Pute dan Sungai Bantimurung. Sungai Bantimurung adalah merupakan sumber pengairan persawahan di Kabupaten Maros serta dimanfaatkan untuk pemenuhan air bersih bagi masyarakat Kota Maros. Disamping itu juga\u00a0 ditemukan mata air serta sungai kecil, terutama di kawasan <em>karst<\/em>, serta air bawah tanah pada sistem perguaan. Kawasan <em>karst<\/em> merupakan <em>reservoir<\/em> air raksasa yang sangat strategis kedudukannya dalam menunjang berbagai kepentingan. Kemampuan bukit <em>karst<\/em> dan mintakat <em>epikarst<\/em> pada umumnya mampu menyimpan air selama tiga hingga empat bulan setelah berakhirnya musim penghujan, sehingga sebagian besar sungai bawah tanah dan mata air di kawasan <em>karst<\/em> mengalir sepanjang tahun dengan kualitas air yang baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/karst11.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-540\" title=\"karst1\" src=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/karst11-200x149.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"149\" \/><\/a>Informasi tentang beberapa pengguna jasa lingkungan air di Taman Nasional ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar Taman Nasional akan manfaat <em>intangible <\/em>air sebagai sistem penyangga kehidupan dan acuan negosiasi antar <em>stakeholders <\/em>yang terlibat dalam pengelolaan taman nasional,sehingga dapat mengoptimalisasi pemanfaatan dan usaha pengembangan sumberdaya air serta penentuan kebijakan pengolalaan taman nasional ke depan.<\/p>\n<p>\u00a0<strong>Pengertian Jasa Lingkungan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jasa lingkungan adalah potensi sumberdaya kawasan yang dapat dimanfaatkan di taman nasional.\u00a0 Jasa lingkungan dari manfaat\u00a0 taman nasional yang umum diperbincangkan salah satunya adalah sebagai daerah resapan air. Jasa lingkungan air merupakan salah satu manfaat <em>intangibel<\/em> jasa lingkungan non pasar dari taman nasional.\u00a0 Keberadaan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang wilayahnya sebagian besar lahan karst disinyalir merupakan akifer yang berfungsi sebagai tandon air sehingga keberadaan Taman Nasional ini mampu menjamin keberlangsungan pemanfaatan air oleh masyarakat. Walaupun sumberdaya air di kawasan karst pada umumnya belum dimanfaatkan dan dikelola secara optimal dan efektif untuk mendukung pengelolaan taman nasional yang lestari dan berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jasa lingkungan air adalah potensi sumberdaya kawasan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengairan persawahan dan untuk pemenuhan air bersih bagi masyarakat Kota Maros dan sekitarnya. Areal persawahan di Kabupaten Maros dan Pangkep merupakan areal sawah dengan irigasi teknis, sehingga masyarakat pada umumnya masih sangat menggantungkan air yang berasal dari kawasan taman nasional ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Air merupakan salah satu hasil hutan non kayu yang saat ini masih merupakan barang publik, belum merupakan barang ekonomi. Namun di beberapa daerah air sudah merupakan barang ekonomi sehingga hal ini dapat menimbulkan konflik antar sektor maupun antar kelompok\u00a0 masyarakat.<\/p>\n<p><strong>Beberapa Penggunaan Jasa Lingkungan Air<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/PDAM.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft  wp-image-504\" title=\"PDAM\" src=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/PDAM-200x149.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"149\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>PDAM<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">PDAM yang menfaatkan air yang bersumber dari TN Babul ada dua yaitu kabupaten Maros\u00a0 dan Kabupaten Pangkep. Di Kabupaten Maros ada\u00a0 dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) yaitu IPA I Bantimurung, sumber airnya dari sungai Bantimurung, kapasitas pengolahan air bersih sebesar 80 liter\/detik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan Kota Maros, zona utara termasuk sebagian\u00a0 zona selatan. IPA\u00a0 II Pattontongan, sumber airnya berasal dari Sungai Likopancing, kapasitas pengolahan air bersih sebesar 50 liter\/detik, untuk pelayanan masyarakat zona selatan. Sedangkan di Kabupaten Pangkep ada dua sumber mata air yang berada di kawasan Taman Nasional yaitu mata air Leang Kassi dan mata air Ule Ere.<\/p>\n<p>\u00a0<a href=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/mikroH1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-509\" title=\"mikroH\" src=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/mikroH1-200x267.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"267\" \/><\/a><a href=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/Mikrohidro.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-506\" title=\"Mikrohidro\" src=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/Mikrohidro-200x150.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"150\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mikrohidro<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat di sekitar kawasan Taman Nasional dengan bantuan pemda setempat sudah memanfaatkan\u00a0 air sebagai sumber energi\u00a0 listrik. Ada beberapa penggunaan air untuk mikrohidro yang telah\u00a0 beroperasi di TN Babul yaitu di Desa Patayamang, Gattareng Matinggi, dan desa Ara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/Perikanan1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-525\" title=\"Perikanan\" src=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/Perikanan1-200x150.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"150\" \/><\/a>Air yang berasal dari TN Bantimurung Bulusaraung juga dimanfaatkan untuk pembibitan ikan mas. Walaupun budidaya pembibitan ikan mas ini belum begitu digemari oleh masyarakat di dalam dan sekitar kawasan Taman Nasional. Budidaya pembibitan ikan mas ini memanfaatkan mata air Patunuang sebagai sumber air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perikanan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemanfaatan air untuk pertanian terutama dipergunakan untuk pertanian lahan basah. Adapaun potensi lahan sawah di Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep adalah sebagai berikut untuk pengairan teknis seluas 2.659,88 ha, \u00bd teknis 2.661,95 ha maupun pengairan desa 5.619,74 ha.<\/p>\n<p>\u00a0<a href=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/Pertanian.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-513\" title=\"Pertanian\" src=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/Pertanian-200x150.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"150\" \/><\/a><a href=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/usaha-cuci-mobil.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-512\" title=\"usaha cuci mobil\" src=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/usaha-cuci-mobil-200x150.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"150\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pertanian\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0 \u00a0 Usaha Cuci Mobil<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagian besar \u00a0masyarakat sekitar Taman Nasional menggunakan mata air dari taman Nasional sebagai sumber air. Sebagian masyarakat khususnya yang jauh dari mata air mendapatkan bantuan dari Pemda, PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri) dan Care. Bantuan tersebut berupa pemasangan pipa untuk menyalurkan air dari mata air ke rumah-rumah warga\u00a0 dan tiap bulannnya masyarakat mengumpulkan iuran untuk biaya pemeliharaan pipa tersebut, selain itu juga ada warga yang mengambil air secara langsung dari mata air. Bagi masyarakat yang di daerahnya tidak terdapat mata air mereka harus membuat sumur untuk memperoleh air bersih.<\/p>\n<p>\u00a0<a href=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/kebutuhan-RT1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-515\" title=\"kebutuhan RT1\" src=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/kebutuhan-RT1-200x150.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"150\" \/><\/a><a href=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/kebutuhan-RT2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-516\" title=\"kebutuhan RT2\" src=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/kebutuhan-RT2-200x150.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"150\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kebutuhan Rumah Tangga<\/p>\n<p>Beberapa obyek wisata di sekitar Taman Nasional yang menfaatkan air sebagai obyek wisata yang sudah dikomersialkan antaralain Air Terjun Bantimurung, Kawasan pattunuang (Bislab) dan Leang Lonrong.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/wisata1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-517\" title=\"wisata1\" src=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/wisata1.jpg\" alt=\"\" width=\"160\" height=\"120\" \/><\/a><a href=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/wisata3.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-519\" title=\"wisata3\" src=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/wisata3-200x150.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"150\" \/><\/a><a href=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/wisata23.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-541\" title=\"wisata2\" src=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2012\/05\/wisata23-200x150.jpg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"150\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Penutup <\/strong><\/p>\n<p>Pengelolaan sumberdaya air mencakup kepentingan lintas sektoral dan lintas wilayah yang memerlukan keterpaduan tindak untuk menjaga kelangsungan fungsi dan manfaat air dan sumber air.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Wisata Tirta<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Nur Hayati, S.P, M.Sc Pendahuluan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di Provinsi Sulawesi Selatan ditunjuk menjadi kawasan konservasi cq. taman nasional berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 398\/Menhut-II\/2004 tanggal 18 Oktober 2004. Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung seluas \u00b1 43.750 hektar, terletak di wilayah administratif Kabupaten Maros dan Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan. Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung\u00a0 &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/2012\/05\/23\/taman-nasional-bantimurung-bulusaraung-sebagai-penyedia-jasa-lingkungan-air\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sebagai Penyedia Jasa Lingkungan Air<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3916,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[76],"tags":[],"class_list":["post-3915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3915"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3915\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3916"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}