{"id":4414,"date":"2018-07-10T08:19:44","date_gmt":"2018-07-10T00:19:44","guid":{"rendered":"https:\/\/makassar.bsilhk.menlhk.go.id\/?p=4414"},"modified":"2018-07-10T08:19:44","modified_gmt":"2018-07-10T00:19:44","slug":"peran-penting-bp2lhk-makassar-dalam-upaya-penguatan-program-blu-pusat-p2h","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/2018\/07\/10\/peran-penting-bp2lhk-makassar-dalam-upaya-penguatan-program-blu-pusat-p2h\/","title":{"rendered":"Peran Penting BP2LHK Makassar dalam Upaya Penguatan Program BLU Pusat P2H"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4417\" src=\"http:\/\/balithutmakassar.org\/wp-content\/uploads\/2018\/07\/picasion.com_db57a6fec8dabf208a10abf9b2d74739.gif\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"226\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BP2LHK Makassar<\/strong> (10\/7\/2018)_ Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Makassar menempati posisi yang penting dalam tahapan proses negosiasi mengenai spesifikasi teknis, biaya dan porsi bagi hasil yang diselenggarakan oleh Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (Pusat P2H) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (07\/07\/18). \u201cSebagai Lembaga yang memiliki pengetahuan teknis dalam hal budidaya tanaman hutan, tentunya Litbang Makassar perlu berpartisipasi aktif dalam melakukan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang selama ini dimilikinya,\u201d kata Djoko Purnomo <em>selaku Ketua<\/em> Tim Negosiasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keterlibatan Litbang Makassar dalam kegiatan tahapan proses negosiasi ini sudah ketiga kalinya sejak yang pertama kali dilaksanakan di Makassar dengan target lokasi BLU di Kabupaten Jeneponto. Kedua dilaksanakan di Kabupaten Takalar yang mana target lokasi BLU juga pada daerah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kedua lokasi tersebut akan membudidayakan tanaman Gmelina. Menurut Suhartati, salah satu Peneliti Utama BP2LHK Makassar mengatakan bahwa \u201cpemilihan Gmelina untuk kedua wilayah tersebut sudah sangat sesuai dengan karakteristik tempat tumbuh untuk mengembangkan Gmelina. Pemasaran Gmelina di Makassar tidaklah sulit karena terdapat tiga sampai empat perusahaan yang menggunakan Gmelina sebagai bahan bakunya, salah satunya adalah PT. Maruki,\u201d \u00a0tutur Suhartati. Termutakhir yaitu keterlibatan Litbang sebagai narasumber di Desa Manusela, Ambon dengan target lokasi BLU di Kabupaten Maluku Tengah dengan tanaman budidaya sengon Morotai. \u201cAwalnya sengon yang dipilih yaitu sengon Wamena, namun kemudian dengan pertimbangan tertentu maka dipilihlah sengon Morotai yang sudah berkembang di wilayah tersebut\u201d jelas Didin sebagai perwakilan Litbang Makassar yang terlibat negosiasi di Desa Manusela.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tahapan proses negosiasi tersebut merupakan bagian dari pelayanan pembiayaan Fasilitas Dana Bergulir (FDB) Bagi Hasil Usaha Hutan Rakyat yang menerapkan teknologi budidaya tanaman hutan namun belum memiliki standar teknis dan biaya oleh Menteri LHK atau Direktur Jenderal. FDB Bagi Hasil merupakan salah satu skema dana bergulir selain Pola Pinjaman dan Pola Syariah yang ditawarkan oleh BLU Pusat P2H sebagai upaya mendukung pembiayaan usaha kehutanan dan investasi lingkungan. Menurut Djoko Purnomo, terdapat banyak usaha yang dapat dibiayai dengan FDB. \u201cDiantara usaha-usaha tersebut yaitu Usaha hutan tanaman industri, Usaha hutan kemasyarakatan, Usaha hutan rakyat, Usaha pemanfaatan hutan alam dengan teknik pengayaan Silin,\u201d tutur Djoko. \u201cSelain itu juga terdapat Usaha hutan tanaman rakyat, Usaha hutan desa, Usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, dan terkhusus Usaha restorasi ekosistem masih jadi pertimbangan karena resikonya sangat tinggi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDengan adanya pembiayaan dari negara untuk mengembangkan tanaman kehutanan, tidak ada lagi alasan bahwa skema pemanfaatan hutan terbentur oleh masalah klasik seperti dana,\u201d harap Djoko di sela pertemuan dengan masyarakat yang akan dibiayai oleh BLU. \u201cPeran Litbang Makassar tidak hanya sebatas pada tahap negosiasi, namun akan terus terlibat hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan, entah masyarakat membutuhkan informasi atau pengetahuan dari tahap \u2013 tahap penanaman hingga nantinya pohonnya siap dipanen,\u201d tutur Djoko menutup sesi negosiasi. ***(DDN)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BP2LHK Makassar (10\/7\/2018)_ Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Makassar menempati posisi yang penting dalam tahapan proses negosiasi mengenai spesifikasi teknis, biaya dan porsi bagi hasil yang diselenggarakan oleh Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (Pusat P2H) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (07\/07\/18). \u201cSebagai Lembaga yang memiliki pengetahuan teknis dalam &hellip;<\/p>\n<p class=\"read-more\"> <a class=\"\" href=\"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/2018\/07\/10\/peran-penting-bp2lhk-makassar-dalam-upaya-penguatan-program-blu-pusat-p2h\/\"> <span class=\"screen-reader-text\">Peran Penting BP2LHK Makassar dalam Upaya Penguatan Program BLU Pusat P2H<\/span> Read More &raquo;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4417,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-4414","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4414","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4414"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4414\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4417"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/makassar-bsilhk-menlhk\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}