{"id":6606,"date":"2021-12-25T10:53:08","date_gmt":"2021-12-25T03:53:08","guid":{"rendered":"https:\/\/kristusrajaungaran.com\/?p=6606"},"modified":"2021-12-25T10:53:08","modified_gmt":"2021-12-25T03:53:08","slug":"mendalami-arti-natal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/2021\/12\/25\/mendalami-arti-natal\/","title":{"rendered":"Mendalami Arti Natal"},"content":{"rendered":"<p>[cmsmasters_row][cmsmasters_column data_width=&#8221;1\/1&#8243;][cmsmasters_text]<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bulan Desember menjadi bulan yang penuh sukacita terutama bagi umat kristiani di seluruh dunia, yaitu tepat pada tanggal 25 yang merupakan perayaan Natal. Dimana bagi kita menghabiskan waktu bersama dengan teman maupun keluarga di bawah pohon natal dengan pernak-pernik, berbagi atau tukar kado, dan dilengkapi oleh Santa Claus yang menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">image<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> perayaan natal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perayaan Natal merupakan perayaan Sang Juruselamat yang telah lahir ke dunia yang membawa sukacita dan kebahagiaan untuk kita semua sebagai manusia. Oleh umat kristiani perayaan Natal biasanya diadakan ibadah ekaristi di Gereja dengan segala hiasan natal hingga visualisasi peristiwa Yesus dilahirkan ke dunia untuk memeriahkan perayaan Natal. Perayaan natal juga untuk mengenalkan dunia kepada kasih Allah yang luar biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata Natal berasal dari bahasa Portugis yang berarti \u201ckelahiran\u201d dan juga berasal dari bahasa Latin, yang berarti \u201cHari Lahir\u201d. Sedangkan dalam bahasa Inggris kata Natal disebut \u201cChristmas\u201d yang diambil dari istilah Inggris kuno, yang berarti Misa Kristus<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(1)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Natal sebenarnya merupakan acara ritual yang berasal dari Babilonia kuno yang belum mengenal agama yang benar. Akan tetapi, perayaan Natal baru dimulai sekitar tahun 200 M di Aleksandria (Mesir). Perayaan pada tanggal 25 Desember memiliki banyak asal usul antara lain, dipilih oleh Paus Julius 1 pada tahun 350 M, teori Sextus Julius Africanus sebagai seorang sejarawan dari Roma pada abad ke-2 M mengenai pembuahan Yesus dalam kandungan Maria, pada abad ke-4 yang selalu merayakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sol Invictus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Matahari yang tak terkalahkan) dalam Kerajaan Roma dengan menukar kado, 25 sebagai tanggal perayaan kelahiran Yesus mulai tahun 336 M, serta umat Kristen yang sepakat dengan menggunakan kalender Gregorian, dan perayaan Natal baru diterima secara luas pada abad ke-5 yang berasal dari Katolik Roma<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(2)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pohon Natal merupakan simbol agar kehidupan rohani kita selalu bertumbuh dan menjadi saksi yang indah bagi orang lain dan simbol harapan yang selalu dipajang untuk menyambut kelahiran Yesus. Pohon Natal (cemara) juga melambangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">hidup kekal<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sebab di musim salju hampir semua pohon rontok daunnya, kecuali pohon cemara yang selalu hijau daunnya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(3)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Pohon natal diberi hiasan seperti memasang lampu yang mengelilingi pohon, kado natal dibawah pohon natal, dan pastinya hiasan bintang di ujung pohon natal yang melambangkan Juruselamat Tuhan Yesus Kristus.<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-6607 aligncenter\" src=\"https:\/\/kristusrajaungaran.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/mendalami-natal-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/mendalami-natal-300x300.jpg 300w, https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/mendalami-natal-150x150.jpg 150w, https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/mendalami-natal.jpg 512w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada awalnya, Negara Jerman menjadi negara yang menjadikan pohon natal sebagai penanda perayaan Natal pada abad ke-16. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pada abad ke-16 juga Martin Luther King sebagai tokoh pergerakan protestan asal Jerman mulai mempopulerkan pohon natal. Ia memajang pohon natal di dalam rumah dan menghiasi dengan lilin sebagai lambang bintang-bintang bercahaya di langit yang kelam serta mengingatkannya pada Yesus<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(4)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Sehingga pohon natal yang berasal dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pohon cemara merupakan pohon yang tumbuh subur sepanjang musim dingin, daunnya tetap tampak hijau meskipun tertimbun tumpukan salju di atasnya dan diartikan sebagai harapan dan kehidupan. Itulah sebabnya pohon natal identik dengan natal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun orang Jerman yang berada di\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pennsylvania<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, Amerika Serikat memajang pohon Natal untuk pertama kalinya pada tahun <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1830-an<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Pohon natal ini berasal dari pohon pinus maupun cemara karena <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tergolong pohon <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">evergreen<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang cocok untuk dijadikan dekorasi di dalam rumah, kemudian pohon cemara ini di hias dengan pernak &#8211; pernik dan lampu maupun lilin yg akan dinyalakan pada malam hari sehingga\u00a0 membuat pohon menjadi menarik. Kemudian pada abad ke-19 dan abad ke-20 China dan Jepang mulai memasang pohon Natal, sedangkan pada akhir abad ke-19 dan abad ke-20 masyarakat AS mengikuti jejak Inggris baru memasang pohon natal<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(5)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut St. Bonifasius, pohon natal yang berasal dari pohon cemara melambangkan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">kehidupan abadi dan merupakan pohon damai, serta daunnya yang selalu tampak hijau meski di musim dingin. St. Bonifasius juga memberi nama pohon natal dengan sebutan pohon kanak-kanak Yesus. Lalu St. Bonifasius mengajak orang-orang desa yang berada di negara Jerman untuk memakai pohon cemara sebagai pohon natal dan menghiasi dengan memasang lilin di dahannya, sehingga pohon terlihat seperti dipenuhi oleh bintang-bintang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(6)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pada abad ke-16 Martin Luther King sebagai tokoh pergerakan protestan asal Jerman mulai mempopulerkan pohon natal. Ia memajang pohon natal di dalam rumah dan menghiasi dengan lilin sebagai lambang bintang-bintang bercahaya di langit yang kelam serta mengingatkannya pada Yesus<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(7)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Sehingga pohon natal yang berasal dari <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">pohon cemara merupakan pohon yang tumbuh subur sepanjang musim dingin, daunnya tetap tampak hijau meskipun tertimbun tumpukan salju di atasnya dan diartikan sebagai harapan dan kehidupan. Itulah sebabnya pohon natal identik dengan natal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain pohon natal, perayaan natal juga identik dengan sosok Santa Claus yang selalu dinanti oleh anak-anak, sebab Santa Claus akan membagikan hadiah yang sudah disiapkan di dalam sarungnya, serta menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">spot <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">foto saat natal tiba. Santa Claus maupun Sinterklas merupakan sosok pria tua yang berpakaian serba merah dan murah senyum, ditambah dengan rambut serta jenggot lebatnya yang berwarna putih dan dengan suara khasnya \u201c HO&#8230;HO..HO..\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Santa Claus bermula dari tokoh seorang biarawan bernama St. Nicholas yang lahir di Turki sekitar 280 M. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">St. Nicholas memberikan semua kekayaan warisannya dan melakukan perjalanan ke pedesaan serta dikenal sebagai pelindung anak-anak dan pelaut. Pada masa Kaisar Romawi Diocletian yang kejam, St. Nicholas dianiaya, ditangkap, dan dipenjara, namun ia tidak pernah menyangkali imannya. St. Nicholas menghabiskan sisa hidupnya di Myra untuk merawat orang-orang sakit, merawat yatim piatu, melindungi orang miskin, mempertahankan hak-hak legal orang Yahudi, dan suka memberikan hadiah kepada anak-anak. Ia pun dikenal sebagai orang yang dermawan, suka membebaskan budak, membantu orang yang membutuhkan pertolongan. St. Nicholas meninggal pada tanggal 6 Desember 343 M di Myra dan kematiannya menjadi hari perayaan St. Nicholas Day.<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Nama Santo Nicholas kemudian dikenal sebagai Sinterklas singkatan dari Sint Nikolaas<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(8)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhir abad ke-18, nama Santo Nicholas baru dikenal oleh orang-orang Amerika Serikat, serta tahun 1773 dan 1774 bulan desember, surat kabar di New York memberitakan ada beberapa kelompok keluarga Belanda yang berkumpul untuk menghormati kematian Santo Nicholas<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(9)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Penggambaran Saint Nicholas diceritakan sebagai sosok Sinterklas yang datang di setiap malam Natal dengan mendatangi rumah-rumah untuk mengantarkan hadiah kepada anak-anak. Menurut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Heuken (2005)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, figur Sinterklas yang membawa hadiah pada malam Natal merupakan sekularisasi tokoh Saint Nicholas yang sebenarnya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(10)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Santa Claus sendiri mempunyai banyak nama di berbagai negara antara lain <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">di wilayah Eropa dan Amerika Latin dikenal dengan nama Christkindl, di Inggris dikenal dengan Sir Christmas atau Captain Christmas, di zaman Victoria Father Christmas, di negara Slavia dikenal dengan nama Ded Moroz, dalam bahasa Jepang disebut Hoteiosho, bahasa Mandarin disebut\u00a0 Dun Che Lao Ren,bahasa Prancis disebut Pere Noel,bahasa Spanyol disebut Papa Noel, bahasa Italia disebut Babbo Natale, bahasa Norwegia disebut Julenissen, bahasa Jerman disebut Weihnachtsmann, bahasa Swedia disebut Jultomten<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">(11)<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian kita dapat mengetahui dan mendalami arti natal sesungguhnya serta menambah wawasan kita mengenai natal. MERRY CHRISTMAS and GBU.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keterangan:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/www.blablabla.com\/jawdjaklf\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.blablabla.com\/jawdjaklf<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/www.ajsdsajfi.com\/ksdfkajsl\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.ajsdsajfi.com\/ksdfkajsl<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pohon_Natal\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pohon_Natal<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/blog\/fakta-sejarah-pohon-natal\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.tokopedia.com\/blog\/fakta-sejarah-pohon-natal\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/www.suara.com\/news\/2020\/12\/22\/131125\/sejarah-pohon-natal-sebelum-populer-hingga-menjadi-budaya-modern?page=all#:~:text=Sejarah%20Pohon%20Natal%20Dimulai%20dari%20Jerman&amp;text=Pemasangan%20pohon%20Natal%20yang%20menyerupai,terbuat%20dari%20bahan%2Dbahan%20lain\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.suara.com\/news\/2020\/12\/22\/131125\/sejarah-pohon-natal-sebelum-populer-hingga-menjadi-budaya-modern?page=all#:~:text=Sejarah%20Pohon%20Natal%20Dimulai%20dari%20Jerman&amp;text=Pemasangan%20pohon%20Natal%20yang%20menyerupai,terbuat%20dari%20bahan%2Dbahan%20lain<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"http:\/\/yesaya.indocell.net\/id658.htm\"><span style=\"font-weight: 400;\">http:\/\/yesaya.indocell.net\/id658.htm<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/www.tokopedia.com\/blog\/fakta-sejarah-pohon-natal\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/www.tokopedia.com\/blog\/fakta-sejarah-pohon-natal\/<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"http:\/\/mannasorgawi.net\/artikeld.php?kid=13&amp;id=847\"><span style=\"font-weight: 400;\">http:\/\/mannasorgawi.net\/artikeld.php?kid=13&amp;id=847<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/jeda.id\/stories\/sosok-asli-santa-claus-dan-kisah-uskup-dari-myra-3659\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/jeda.id\/stories\/sosok-asli-santa-claus-dan-kisah-uskup-dari-myra-3659<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/kumparan.com\/potongan-nostalgia\/sejarah-asal-usul-sinterklas-ternyata-bukan-dari-kutub-utara-1uqWacMwZHQ\/4\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/kumparan.com\/potongan-nostalgia\/sejarah-asal-usul-sinterklas-ternyata-bukan-dari-kutub-utara-1uqWacMwZHQ\/4<\/span><\/a><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><a href=\"https:\/\/bobo.grid.id\/read\/081966094\/santa-claus-punya-banyak-nama-lain-di-berbagai-negara-pernah-tahu?page=all\"><span style=\"font-weight: 400;\">https:\/\/bobo.grid.id\/read\/081966094\/santa-claus-punya-banyak-nama-lain-di-berbagai-negara-pernah-tahu?page=all<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penulis : Gracia Regina (Mikael) dan Aloysius Gonzaga (Lukas)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Editor : Serina Tiara (Yusup)<\/span><\/p>\n<p>[\/cmsmasters_text][\/cmsmasters_column][\/cmsmasters_row]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kata Natal berasal dari bahasa Portugis yang berarti \u201ckelahiran\u201d dan juga berasal dari bahasa Latin, yang berarti \u201cHari Lahir\u201d. Sedangkan dalam bahasa Inggris kata Natal disebut \u201cChristmas\u201d yang diambil dari istilah Inggris kuno, yang berarti Misa Kristus(1).\u00a0<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6597,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-6606","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-paroki"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6606"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6606\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6597"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}