{"id":9941,"date":"2022-08-07T18:30:36","date_gmt":"2022-08-07T11:30:36","guid":{"rendered":"https:\/\/kristusrajaungaran.com\/?p=7217"},"modified":"2022-08-07T18:30:36","modified_gmt":"2022-08-07T11:30:36","slug":"melestarikan-budaya-jawa-dan-membangun-persaudaraan-lintas-iman-di-malam-1-suro","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/2022\/08\/07\/melestarikan-budaya-jawa-dan-membangun-persaudaraan-lintas-iman-di-malam-1-suro\/","title":{"rendered":"Melestarikan Budaya Jawa dan membangun persaudaraan lintas iman di malam 1 Suro."},"content":{"rendered":"<p>[cmsmasters_row][cmsmasters_column data_width=&#8221;1\/1&#8243;][cmsmasters_text]<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sabtu sore 30 Juli 2022, Gereja Kristus Raja Ungaran mengadakan Sarasehan dan Temu Budaya (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Suroan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Sarasehan dan Temu Budaya (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Suroan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) kali ini mengambil tema \u201cBergerak Bersama sebagai Umat yang Berbudaya untuk Mencintai dan Melestarikan Warisan Budaya yang Adiluhung\u201d. Tema ini diangkat dengan tujuan mengajak umat Paroki Kristus Raja Ungaran untuk ambil bagian dalam upaya pelestarian budaya dan membangun persaudaraan lintas iman yang sesuai dengan ajaran Gereja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sarasehan dan Temu Budaya (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Suroan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) diawali dengan Misa Inkulturasi pada pukul 17.00 WIB yang dipimpin oleh Romo Heribertus Natawardaya, Pr. Dari awal hingga akhir misa sepenuhnya menggunakan Bahasa Jawa dan diiringi dengan musik Gamelan Jawa. Adapun sebelum misa berakhir, diumumkan pemenang-pemenang Lomba <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Macapatan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan Lomba <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nyerat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Esai tentang Suronan sebagai bentuk rangkaian kegiatan Sarasehan dan Temu Budaya (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Suroan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).\u00a0 Lomba Macapatan dimenangkan oleh Florentinus Anandila Adi Nugraha dari Komunitas Chandra Kirana, Mechtildis Larasati dari Lingkungan St. Lukas, dan Faustina Chelsea Rosari dari SMP Mardi Rahayu. Sedangkan untuk Lomba Nyerat Esai, dimenangkan oleh Vincentius Agus Saryanto dari Lingkungan St. Yohanes Paulus II, Eduardus Krisna Pamungkas dari Lingkungan St. Mikael, dan Emmanuel Agung Harismunanto dari Lingkungan St. Lukas. Setelah misa usai, dilanjutkan dengan peresmian Sumur Suci yang berada di samping Gua Maria.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puncak dari acara ini adalah pagelaran Wayang Wahyu dengan alur cerita yang terinspirasi dari kisah Daud dalam kitab Samuel. Dari pagelaran Wayang Wahyu tersebut terdapat pesan bagi umat untuk selalu menjaga hawa nafsu dan bersyukur. \u201cNafsu itu membuat orang lupa daratan, maka judul (pagelaran Wayang Wahyu) dalam bahasa jawa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2018Melik Nggendong Lali\u2019<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;, kata Romo Agustinus Handi Setyanto, Pr sebagai dalang pagelaran Wayang Wahyu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Panitia juga mengundang Bapak Bupati Kabupaten Semarang H. Ngesti Nugraha, Bapak Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Jawa Tengah Drs. H. Taslim Sahlan dan Tokoh Seni Budaya dari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta Bapak Dr. Aris Wahyudi. \u201cMari kita bersama-sama melestarikan seni budaya yang ada di negara kita. Mari kita berusaha semoga dengan kerja sama serta adanya bantuan dari semua pihak mudah-mudahan semakin maju dan sejahtera. Amin\u201d, ucap Bupati Kabupaten Semarang dalam sambutannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu umat mengungkapkan sangat bersyukur dengan terselenggaranya rangkaian suroan ini. \u201cUmat sangat kompak dalam upaya melestarikan kebudayaan, khususnya budaya jawa. Dengan masyarakat non-Katolik bisa ambil bagian, misalnya adanya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tembangan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8216;Tombo Ati&#8217; memberikan kesan orang Katolik dapat berbaur dengan siapa saja tanpa membedakan ras, suku dan agama\u201d, jelasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para panitia sangat puas atas keberlangsungan acara yang dapat berjalan dengan baik dan dengan kehadiran Bupati Kabupaten Semarang dan umat menjadikan kebanggaan bagi panitia. \u201cAntusias umat yang hadir cukup mengapresiasi acara, baik Misa Inkulturasi maupun Pagelaran Wayang Wahyu, meski banyak yang undur diri setelah jam 23.00 karena usia dan larut malam. Sedangkan umat yang menonton di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Youtube<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga ada yang memberikan ucapan selamat atas kerja panitia dan kalo dilihat dari jumlah penonton di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">streaming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tembus 1,5 ribu\u201d,\u00a0 jelas Ketua Panitia Suro T. Chris Hardjanto.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sarasehan dan Temu Budaya (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Suroan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang dibuka untuk umat paroki dan masyarakat umum ini selaras dengan tujuan acara Sarasehan dan Temu Budaya (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Suroan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">), yaitu mengajak umat untuk ambil bagian dalam upaya pelestarian budaya dan membangun persaudaraan yang sesuai dengan ajaran Gereja. Oleh karena itu, mari kita mencintai perbedaan dan melestarikan warisan budaya sebagai wujud pewartaan dan sarana pemersatu bangsa. Harapannya acara ini dapat dilaksanakan kembali setiap tahunnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Reporter: AGAS, E<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Editor: ADV<\/span><\/p>\n<p>[\/cmsmasters_text][\/cmsmasters_column][\/cmsmasters_row]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sarasehan dan Temu Budaya (Suroan) kali ini mengambil tema \u201cBergerak Bersama sebagai Umat yang Berbudaya untuk Mencintai dan Melestarikan Warisan Budaya yang Adiluhung\u201d.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7250,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-9941","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-paroki"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9941","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9941"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9941\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7250"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9941"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9941"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/parokiungaran\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9941"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}