{"id":6430,"date":"2026-08-18T09:03:50","date_gmt":"2026-08-18T02:03:50","guid":{"rendered":"https:\/\/wazapbro.com\/?p=6430"},"modified":"2026-08-18T09:03:50","modified_gmt":"2026-08-18T02:03:50","slug":"cara-otomatis-turunkan-npl-ksp-di-whatsapp-api","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fe.desnet.online\/wazabro\/cara-otomatis-turunkan-npl-ksp-di-whatsapp-api\/","title":{"rendered":"Cara Otomatis Turunkan NPL KSP di Whatsapp API"},"content":{"rendered":"<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"11:1-11:583;372-954\">Cara otomatis turunkan NPL KSP di whatsapp api. <span class=\"_animating_muyve_10\" data-newtext-seq=\"2\">Angka Non-Performing Loan (NPL) yang tinggi adalah momok yang hampir setiap Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Indonesia alami, tidak peduli seberapa ketat proses analisa kreditnya. Kabar baiknya, sebagian besar kredit macet sebenarnya bukan murni karena nasabah nakal, melainkan karena mereka lupa jatuh tempo atau KSP tidak pernah mengingatkan mereka dengan cara yang tepat waktu. <\/span>Artikel ini membahas cara <strong>turunkan NPL KSP<\/strong> secara otomatis menggunakan WhatsApp API, mulai dari akar masalah, integrasi teknis, jadwal pengiriman, hingga psikologi pesan yang sopan namun tetap efektif menagih.<\/p>\n<h2 class=\"mt-3 -mb-1 text-[1.125rem] font-bold\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"13:1-13:49;956-1004\">Apa Itu NPL dan Kenapa Jadi Masalah Utama KSP<\/h2>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\">NPL adalah istilah untuk kredit bermasalah, yaitu kondisi ketika nasabah tidak mampu membayar cicilan pokok atau bunga sesuai jadwal yang telah kedua pihak sepakati. Semakin tinggi rasio NPL suatu lembaga keuangan, semakin besar potensi kerugian yang harus lembaga tersebut tanggung, dan hal ini juga berpengaruh langsung pada penilaian kesehatan aset KSP di mata regulator maupun anggota koperasi sendiri.<\/p>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"17:1-17:470;1383-1852\">Bagi KSP, dampaknya berlapis. Arus kas yang seharusnya masuk dari pengembalian pokok dan bunga menjadi tidak terealisasi, likuiditas koperasi terganggu, dan pada akhirnya kemampuan koperasi untuk menyalurkan pinjaman baru ke anggota lain ikut tertahan. Definisi dan dampak NPL ini juga dijelaskan lebih detail oleh <a class=\"underline underline underline-offset-2 decoration-1 decoration-current\/40 hover:decoration-current focus:decoration-current\" href=\"https:\/\/www.ojk.go.id\/\">Otoritas Jasa Keuangan (OJK)<\/a>, regulator resmi lembaga jasa keuangan di Indonesia termasuk koperasi simpan pinjam berbadan hukum.<\/p>\n<h2 class=\"mt-3 -mb-1 text-[1.125rem] font-bold\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"19:1-19:46;1854-1899\">Masalah Umum NPL di Koperasi Simpan Pinjam<\/h2>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"21:1-21:138;1901-2038\">Sebelum bicara solusi teknologi, penting memahami akar masalahnya. Beberapa penyebab NPL yang paling sering KSP temukan antara lain:<\/p>\n<ol class=\"[li_&amp;]:mb-0 [li_&amp;]:mt-1 [li_&amp;]:gap-1 [&amp;:not(:last-child)_ul]:pb-1 [&amp;:not(:last-child)_ol]:pb-1 list-decimal flex flex-col gap-1 pl-8 mb-3 print:block print:space-y-1\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"23:1-27:148;2040-2796\">\n<li class=\"font-claude-response-body whitespace-normal break-words pl-2\" data-sourcepos=\"23:1-23:127;2040-2166\"><strong>Nasabah lupa jatuh tempo<\/strong> \u2014 terutama untuk pinjaman dengan tenor panjang, tanpa pengingat, tanggal bayar mudah terlewat.<\/li>\n<li class=\"font-claude-response-body whitespace-normal break-words pl-2\" data-sourcepos=\"24:1-24:171;2167-2337\"><strong>Anggota koperasi menunggak karena kondisi usaha menurun<\/strong> \u2014 riset menunjukkan tunggakan sering muncul saat usaha anggota sedang lesu, bukan semata karena niat buruk.<\/li>\n<li class=\"font-claude-response-body whitespace-normal break-words pl-2\" data-sourcepos=\"25:1-25:157;2338-2494\"><strong>Sistem administrasi manual<\/strong> \u2014 staf harus mengecek satu per satu data jatuh tempo dari spreadsheet atau buku besar, sehingga mereka telat melakukan penagihan.<\/li>\n<li class=\"font-claude-response-body whitespace-normal break-words pl-2\" data-sourcepos=\"26:1-26:154;2495-2648\"><strong>Follow-up yang tidak konsisten<\/strong> \u2014 staf hanya melakukan penagihan setelah nasabah sudah menunggak, bukan sebagai pengingat preventif sebelum jatuh tempo.<\/li>\n<li class=\"font-claude-response-body whitespace-normal break-words pl-2\" data-sourcepos=\"27:1-27:148;2649-2796\"><strong>Komunikasi yang terkesan menekan<\/strong> \u2014 pesan penagihan yang kaku justru membuat nasabah menghindar dan memutus kontak, memperparah kredit macet.<\/li>\n<\/ol>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\">Pola-pola ini menunjukkan bahwa KSP sebenarnya bisa mencegah sebagian besar NPL lewat pengingat yang otomatis, tepat waktu, dan manusiawi bukan lewat penagihan agresif setelah telat.<\/p>\n<h2 class=\"mt-3 -mb-1 text-[1.125rem] font-bold\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"31:1-31:54;2983-3036\">Solusi: Integrasi Database Nasabah ke WhatsApp API<\/h2>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"33:1-33:262;3038-3299\">Langkah pertama menurunkan NPL secara otomatis adalah menghubungkan database nasabah KSP (data pinjaman, tanggal jatuh tempo, nomor WhatsApp, nominal angsuran) langsung ke WhatsApp API, sehingga sistem bisa mengirim pesan tanpa campur tangan manual setiap hari.<\/p>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"35:1-35:49;3301-3349\">Secara teknis, alurnya kurang lebih seperti ini:<\/p>\n<ul class=\"[li_&amp;]:mb-0 [li_&amp;]:mt-1 [li_&amp;]:gap-1 [&amp;:not(:last-child)_ul]:pb-1 [&amp;:not(:last-child)_ol]:pb-1 list-disc flex flex-col gap-1 pl-8 mb-3 print:block print:space-y-1\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"37:1-39:164;3351-3952\">\n<li class=\"font-claude-response-body whitespace-normal break-words pl-2\" data-sourcepos=\"37:1-37:230;3351-3580\"><strong>Ekspor atau sinkronisasi data<\/strong> dari sistem inti koperasi (core system KSP, aplikasi simpan pinjam, atau spreadsheet) ke platform WhatsApp API seperti WazapBro, biasanya lewat file CSV\/Excel atau koneksi API\/webhook langsung.<\/li>\n<li class=\"font-claude-response-body whitespace-normal break-words pl-2\" data-sourcepos=\"38:1-38:208;3581-3788\"><strong>Pemetaan variabel pesan<\/strong>, misalnya <code class=\"bg-text-200\/5 border border-0.5 border-border-300 text-danger-000 whitespace-pre-wrap rounded-[0.4rem] px-1 py-px text-[0.9rem]\">{nama_nasabah}<\/code>, <code class=\"bg-text-200\/5 border border-0.5 border-border-300 text-danger-000 whitespace-pre-wrap rounded-[0.4rem] px-1 py-px text-[0.9rem]\">{no_pinjaman}<\/code>, <code class=\"bg-text-200\/5 border border-0.5 border-border-300 text-danger-000 whitespace-pre-wrap rounded-[0.4rem] px-1 py-px text-[0.9rem]\">{jumlah_angsuran}<\/code>, <code class=\"bg-text-200\/5 border border-0.5 border-border-300 text-danger-000 whitespace-pre-wrap rounded-[0.4rem] px-1 py-px text-[0.9rem]\">{tanggal_jatuh_tempo}<\/code>, sehingga setiap nasabah menerima pesan yang benar-benar personal, bukan pesan generik.<\/li>\n<li class=\"font-claude-response-body whitespace-normal break-words pl-2\" data-sourcepos=\"39:1-39:164;3789-3952\"><strong>Pengamanan data nasabah<\/strong>, karena data pinjaman dan nomor kontak bersifat sensitif, pastikan platform yang digunakan mendukung enkripsi dan kontrol akses staf.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"41:1-41:349;3954-4302\">Dengan integrasi ini, tim koperasi tidak perlu lagi menyortir data manual setiap pagi \u2014 sistem yang otomatis menentukan siapa yang harus dikirimi pengingat hari itu. Anda bisa melihat cara kerja integrasi data nasabah ke WhatsApp API di <a class=\"underline underline underline-offset-2 decoration-1 decoration-current\/40 hover:decoration-current focus:decoration-current\" href=\"http:\/\/wazapbro.com\">fitur integrasi WazapBro<\/a> untuk KSP dan lembaga keuangan mikro.<\/p>\n<h2 class=\"mt-3 -mb-1 text-[1.125rem] font-bold\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"43:1-43:51;4304-4354\">Setting Jadwal Pengiriman Otomatis: H-3 dan H-1<\/h2>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"45:1-45:114;4356-4469\">Waktu pengiriman pesan sama pentingnya dengan isi pesannya. Dua titik waktu yang paling efektif untuk KSP adalah:<\/p>\n<ul class=\"[li_&amp;]:mb-0 [li_&amp;]:mt-1 [li_&amp;]:gap-1 [&amp;:not(:last-child)_ul]:pb-1 [&amp;:not(:last-child)_ol]:pb-1 list-disc flex flex-col gap-1 pl-8 mb-3 print:block print:space-y-1\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"47:1-48:134;4471-4759\">\n<li class=\"font-claude-response-body whitespace-normal break-words pl-2\" data-sourcepos=\"47:1-47:155;4471-4625\">\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\"><strong>H-3 (tiga hari sebelum jatuh tempo) <\/strong>\u2014 berfungsi sebagai pengingat awal yang ramah, memberi nasabah waktu untuk menyiapkan dana tanpa merasa KSP mengejarnya.<\/p>\n<\/li>\n<li class=\"font-claude-response-body whitespace-normal break-words pl-2\" data-sourcepos=\"47:1-47:155;4471-4625\">\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\"><strong>H-1 (satu hari sebelum jatuh tempo)<\/strong> \u2014 berfungsi sebagai penegasan terakhir, memastikan nasabah tidak lupa di menit-menit akhir.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"50:1-50:466;4761-5226\">Beberapa KSP juga menambahkan pesan ketiga di <strong>H+1 atau H+3<\/strong> setelah jatuh tempo terlewat, dengan nada yang tetap sopan, sebagai jaring pengaman sebelum kredit benar-benar masuk kategori bermasalah. Jadwal ini bisa diatur sekali di awal lewat fitur <a class=\"underline underline underline-offset-2 decoration-1 decoration-current\/40 hover:decoration-current focus:decoration-current\" href=\"https:\/\/fe.desnet.online\/wazabro\/fitur\/penjadwalan-otomatis\">penjadwalan pesan otomatis WazapBro<\/a>, lalu berjalan sendiri setiap bulan mengikuti tanggal jatuh tempo masing-masing nasabah \u2014 tanpa perlu di-input ulang oleh staf.<\/p>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"52:1-52:261;5228-5488\">Urutan H-3 dan H-1 ini penting karena menciptakan <strong>dua sentuhan<\/strong> sebelum jatuh tempo, bukan satu. Riset perilaku pembayaran menunjukkan bahwa pengingat bertahap (multiple nudge) jauh lebih efektif mengubah perilaku dibanding satu kali pemberitahuan mendadak.<\/p>\n<h2 class=\"mt-3 -mb-1 text-[1.125rem] font-bold\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"54:1-54:53;5490-5542\">Psikologi Pesan Pengingat yang Sopan Tapi Efektif<\/h2>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"56:1-56:312;5544-5855\">Ini bagian yang paling sering diabaikan: isi pesan itu sendiri. Pesan yang terlalu formal atau terkesan mengancam justru bisa membuat nasabah defensif, mengabaikan chat, bahkan memblokir nomor koperasi \u2014 yang justru memperbesar risiko NPL. Beberapa prinsip psikologi pesan pengingat yang terbukti lebih efektif:<\/p>\n<ul class=\"[li_&amp;]:mb-0 [li_&amp;]:mt-1 [li_&amp;]:gap-1 [&amp;:not(:last-child)_ul]:pb-1 [&amp;:not(:last-child)_ol]:pb-1 list-disc flex flex-col gap-1 pl-8 mb-3 print:block print:space-y-1\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"58:1-62:202;5857-6789\">\n<li class=\"font-claude-response-body whitespace-normal break-words pl-2\" data-sourcepos=\"58:1-58:129;5857-5985\"><strong>Nada personal, bukan robotik.<\/strong> Sebut nama nasabah dan detail pinjamannya, jangan kirim pesan generik &#8220;Kepada Yth. Nasabah&#8221;.<\/li>\n<li class=\"font-claude-response-body whitespace-normal break-words pl-2\" data-sourcepos=\"59:1-59:190;5986-6175\"><strong>Framing sebagai bantuan, bukan tuntutan.<\/strong> Kalimat seperti &#8220;kami ingin membantu Bapak\/Ibu tidak melewatkan tanggal penting&#8221; terasa lebih ringan dibanding &#8220;segera lunasi tunggakan Anda&#8221;.<\/li>\n<li class=\"font-claude-response-body whitespace-normal break-words pl-2\" data-sourcepos=\"60:1-60:204;6176-6379\"><strong>Berikan opsi, bukan hanya perintah.<\/strong> Cantumkan cara bayar, atau ajakan menghubungi koperasi jika ada kendala, sehingga nasabah yang benar-benar kesulitan merasa punya jalan keluar, bukan sudut mati.<\/li>\n<li class=\"font-claude-response-body whitespace-normal break-words pl-2\" data-sourcepos=\"61:1-61:208;6380-6587\"><strong>Konsistensi tanpa kesan menekan. <\/strong>Nasabah jauh lebih menerima pengingat berkala di H-3 dan H-1 daripada penagihan mendadak dan berulang setelah macet, karena mereka merasa KSP mengingatkan lebih awal, bukan mengejar mereka.<\/li>\n<li class=\"font-claude-response-body whitespace-normal break-words pl-2\" data-sourcepos=\"62:1-62:202;6588-6789\"><strong>Gunakan bahasa lokal dan sopan santun khas Indonesia<\/strong>, misalnya salam pembuka dan penutup yang hangat, karena WhatsApp adalah kanal personal \u2014 pendekatan yang terlalu korporat justru terasa asing.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"64:1-64:199;6791-6989\">Pendekatan ini sejalan dengan prinsip <em>nudge<\/em> dalam ekonomi perilaku: mengubah keputusan orang lewat pengingat yang tepat waktu dan tidak memaksa, jauh lebih berkelanjutan daripada tekanan langsung.<\/p>\n<h2 class=\"mt-3 -mb-1 text-[1.125rem] font-bold\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"66:1-66:63;6991-7053\">Kombinasi Ketiganya: Kenapa Ini Menurunkan NPL Secara Nyata<\/h2>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\">Ketika KSP menggabungkan database nasabah, jadwal otomatis H-3\/H-1, dan pesan yang sopan, KSP pada dasarnya membangun sistem pencegahan NPL, bukan sekadar sistem penagihan. Sistem mengingatkan nasabah sebelum lupa, bukan menagih setelah telat. Staf koperasi juga tidak lagi menghabiskan waktu untuk mengecek data manual satu per satu, sehingga bisa fokus menangani nasabah yang benar-benar butuh pendampingan, misalnya lewat restrukturisasi kredit sesuai ketentuan OJK.<\/p>\n<h2 class=\"mt-3 -mb-1 text-[1.125rem] font-bold\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"70:1-70:14;7515-7528\">Kesimpulan<\/h2>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\">Menurunkan NPL KSP tidak selalu butuh proses penagihan yang lebih keras seringkali, KSP justru membutuhkan pengingat yang lebih awal, lebih personal, dan lebih konsisten. Dengan mengintegrasikan database nasabah ke WhatsApp API, mengatur jadwal otomatis di H-3 dan H-1, serta menulis pesan dengan psikologi yang tepat, koperasi bisa menekan angka kredit macet tanpa merusak hubungan dengan anggotanya.<\/p>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"74:1-74:274;7934-8207\">Ingin mencoba sistem pengingat otomatis ini di koperasi Anda? Lihat <a class=\"underline underline underline-offset-2 decoration-1 decoration-current\/40 hover:decoration-current focus:decoration-current\" href=\"https:\/\/fe.desnet.online\/wazabro\/\">paket dan harga WazapBro untuk KSP<\/a> atau baca panduan lengkap <a href=\"https:\/\/fe.desnet.online\/wazabro\/cara-ksp-mengelola-ribuan-anggota-dengan-nomor-whatsapp-terpusat\/\">cara KSP mengelola ribuan anggota dengan whatsapp terpusat.<\/a><\/p>\n<h2 class=\"mt-2 -mb-1 text-base font-bold\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"78:1-78:55;8214-8268\">FAQ Seputar Menurunkan NPL KSP dengan WhatsApp API<\/h2>\n<h3 class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"80:1-81:143;8270-8482\"><strong>1. Apakah WhatsApp API aman untuk mengirim data pinjaman nasabah?<\/strong><\/h3>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"80:1-81:143;8270-8482\">Ya, selama menggunakan penyedia resmi (WhatsApp Business API terverifikasi) dengan enkripsi dan kontrol akses, data nasabah tetap terlindungi.<\/p>\n<h3 class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"83:1-84:109;8484-8659\"><strong>2. Berapa hari sebelum jatuh tempo idealnya pengingat dikirim?<\/strong><\/h3>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"83:1-84:109;8484-8659\">Kombinasi H-3 dan H-1 terbukti paling efektif karena memberi dua sentuhan pengingat tanpa terkesan mendesak.<\/p>\n<h3 class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"86:1-87:154;8661-8877\"><strong>3. Apakah pesan otomatis bisa dipersonalisasi per nasabah?<\/strong><\/h3>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"86:1-87:154;8661-8877\">Bisa. Dengan variabel dinamis seperti nama, nomor pinjaman, dan nominal angsuran, setiap nasabah menerima pesan yang terasa personal, bukan pesan massal.<\/p>\n<h3 class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"89:1-90:194;8879-9144\"><strong>4. Apakah cara ini bisa menggantikan proses restrukturisasi kredit?<\/strong><\/h3>\n<p class=\"font-claude-response-body break-words whitespace-normal\" dir=\"ltr\" data-sourcepos=\"89:1-90:194;8879-9144\">Tidak. Pengingat otomatis berfungsi sebagai pencegahan agar nasabah tidak sampai menunggak. Untuk nasabah yang sudah kesulitan bayar, restrukturisasi tetap mengikuti ketentuan OJK yang berlaku.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara otomatis turunkan NPL KSP di whatsapp api. Angka Non-Performing Loan (NPL) yang tinggi adalah momok yang hampir setiap Koperasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":8274,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[132,133,134,49],"class_list":["post-6430","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","tag-koperasi-simpan-pinjam","tag-npl-ksp","tag-pengingat-otomatis","tag-whatsapp-api"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/wazabro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/wazabro\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/wazabro\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/wazabro\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/wazabro\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6430"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/wazabro\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6430\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/wazabro\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8274"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/wazabro\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/wazabro\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fe.desnet.online\/wazabro\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}