SMK PUSPONEGORO 01 BREBES

Sejarah Singkat

Pada Tahun 1971 berdiri ST setingkat SMP  lokasi di SMP N 3 Brebes, kemudian Tahun 1975 didirikan STM Pemda tepat pada tanggal 9 Januari 1975 dengan tujuan meningkatkan kompetensi di Pegawai PU Pemerintah Kab. Brebes dibidang Bangunan  Gedung  Dan Air / Irigasi. Kemudian pada Tahun 1981 didirikan Yayasan Pendidikan Pusponegoro Brebes. Dengan berdirinya Yayasan Pendidikan
Pusponegoro Brebes, maka di perbanyak didirikan  lembaga pendidikan di Bawah naungan Yayasan yakni :     
                                    1, SMP => Tiap kecamatan 
                                    2. SMA => Tiap kecamatan
                                    3.  STM pemda
Khusus SMK pusponegoro 01 Brebes dulunya bernama STM Pemda Brebes, kemudian dengan berdirinya Yayasan Pendidikan Pusponegoro  Brebes, Berubah nama menjadi STM Pusponegoro Brebes dan sesuai kebejakan Pemerintah Pusat khususnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, maka STM Pusponegoro berubah nama lagi yakni SMK Pusponegoro 01 Brebes.

Pertama lokasi STM Pemda di SMP ( ST ) SMP Negeri 4 Brebes, Yang sekarang  SMP Negeri 3 Brebes di Limbangan Brebes. kemudian tahun 1980 pindah ke SD N 8 Pasarbatang Brebes dan tahun 1985 pindah lagi ke SD N 3 Pasarbatang Brebes yang terkenal dengan sebutan SAPRAN. Kemudian tahun 1990 STM Pusponegoro Brebes dibubarkan oleh Bapak Suprapto, BSc. namun tidak jadi bubar kemudian diteruskan oleh Bapak Sahir, BSc. karena jumlah siswa saat itu hanya 25 siswa dengan dua jurusan yakni Bangunan ( TGB ) dan Mekanik Umum, maka di  tinggal oleh Bapak SAHIR, BSc. ke Bandung menjadi Kontraktor, maka sekolah tanpa Pimpinan kemudian selang satu minggu, kami mendapat surat lewat Bapak KARTONO Pegawai Pemda bagian Sosial ( KESRA ) yang isinya bahwa saudara Drs. Darno untuk melaksanakan tugas sebagai kepala sekolah sebagai pengganti Bapak SAHIR, BSc. yang mengundurkan diri  sebagai kepala sekolah per 1 Maret 1995 yang saat itu ditandatangani oleh Drs. Tahyudin a/n Yayasan Pendidikan Pusponegoro Brebes. Kemudin besok harinya saya menghadap ke kantor Yayasan saat itu ada di kantor Kesra menemui Ketua Yayasan saat itu yakni Drs. Hanif Nasuha  dengan maksud konfirmasi tentang surat yang diberikan, tapi  saat itu saya tak menerima / mengembalikan suratnya mintanya Yayasan turun  ke bawah dan  mengadakan musyawarah luar biasa, tapi saat itu pihak Yayasan tidak mau menerima surat yang dikembalikan sembari mengatakan “ ya sudah pusing ngurusi STM silakan mau dijalankan apa dibubarkan, karena tidak ada respon dengan beberapa jam saya menunggu akhirnya, saya pulang, malam nya istikharoh.

Kemudian saya menghadap lagi ke Ketua Yayasan dengan maksud menerima surat / menjadi Kepala sekolah dengan Catatan sekolah ( STM ) pindah tempat saat itu saya minta nya di SDLB yang terletak di komplek Islamic Centre Brebes dengan alasan lingkungan pendidikan dan mudah dijangkau, tetapi tidak bisa karena bukan milik Kab. Brebes, tetapi milik Provinsi yang akhirnya dikasih gedung bekas SMP Pusponegoro yang berada di dekat lingkungan SDN Pasarbatang 5 dan 8 yakni di sini dengan jumlah ruang 3 ruang dan satu kantor, dengan kondisi sangat memprihatinkan akhirnya mulai tahun 1994/1995 sekolah di pindah ke tempat ini yakni milik Bpk. SUDUR.

SMP Pusponegoro Brebes saat itu di depan sekolah masih sawah dengan bekas tanaman bawang dan lombok dengan rumput gajah  lebat dan tinggi saat mau pindah kondisi ruangan kelas ada penghuninya yakni Drs. Munardi dengan kelurgananya karena kondisi tidak punya rumah sendiri, akhirnya saya dengan rekan guru  saat itu termasuk Bpk. Munardi rembugan bahwa ruangan akan digunakan karena sudah sepakat beberpa hari kemudian Pak Surip Saat itu dengan dibantu adik ipar yang namanya Mas Teguh dan Mas Pui dan Pak Bandriyo ( Bpknya Mas Ari ) memasang identitas ruang tapi ternyata terjadi keributan Pak Munardi ngamuk tidak boleh dipasang identias dan jangan boyong dulu, karena belum dapat rumah kontrakan untungnya saat itu ada Pak Bandriyo yang member pemahaman dan penjelasan yang akhirnya diberi waktu satu minggu, kemudian setelah pak Munardi pindah diadakan penataan dan pemerataan lapangan, setelah layak dan bias untuk KBM  diadakan pindahan/boyongan yaitu pada hari jumat, 17 Juni 1995 kebetulan bertepatan dengan liburan kenaikan kelas, singkat cerita setelah berjalan 3 tahun kemudian membuka 2 ( dua ) program keahlian lagi yaitu Otomotif dan Elektro.

Tahun 1998 dengan dipelopori oleh Pak Agus Arif Hakim, Pak Jenal Abidin,  Pak Sunoto, Pak Darjo dan Pak Iman Sultoni yang akhirnya di ACC, kemudian tahun 1999 dibuka dengan 3 Program keahliaan saat berjalan alkhamdulillah pendaftar meningkat bahkan membludak pendaftarnya hingga saat itu sampai pinjam ruang kelas di SD N 5 Pasarbatang untuk diadakan test masuk  yang akhirnya sekolah kami menerima jumlah kelas yaitu  untuk Jurusan Bangunan satu kelas, Jurusan Otomotif dua kelas dan Jurusan Elektro satu kelas. Dan masing masing kelas sebanyak 40 siswa, ini untuk kelas satunya, ditambah dua ruang kelas yaitu kelas 2 dan 3, jadi ada 6 kelas dengan jumlah murid 160 Siswa + 25 Siswa dan 16 Siswa jadi total = 211 siswa-siswi.

Dengan kondisi jumalah siswa banyak maka saya mencari guru dengan Pak Iman sultoni, datang ke rumah Pak Sujai, ke rumah Pak Budirjo, Pak Yanto, dan Pak Kardi Kartoyo. Kemudian Pak Kardi Kartoyo membawa Bu Jamilah dengan adiknya yaitu Yani dijadikan sebagai TU, Pak Agus Arif H. bawa Pak Irham Gunawan, Pak Jenal Abidin bawa Pak Jenal Fudin, S.Ag. dan Drs. Badowi bawa istrinya yaitu Bu Tuti, BA. serta Pak Agus Jumanto, akhirnya KBM berjalan dengan lancar  tapi tahun 2000 siswa mulai berkurang, karena saat itu SMK Negeri berdiri dan bertempat di SMK N I Brebes. Tahun 2002/2003 SMK Negeri berdiri sendiri di Bulakamba dengan nama SMK Negeri I Bulakamba, Saat itu juga tahun 2000 saya diangkat menjadi PNS dan di tempatkan di SMP N 2 Jatinegara Tegal, yang akhirnya Kepala Sekolah di percayakan kepada Pak Sujai sebagai pelaksanaan harian, setelah 4 tahun   kemudian yakni tahun 2014/2015 Pak Sujai agak kerepotan dan juga dengan berdirinya SMK Swasta Muhamadiyah di Bulakamba sebelahnya SMK Negeri I Bulakamba, mulailah SMK kita jumlah Siswanya menurun yang akhirnya Kepala kekolah saya pegang kembali setelah saya pindah di SMK N I Adiwerna ( ADBN ) Tegal, kemudian tahun 2008/2009 saya didemo oleh siswa dan guru-guru, yang akhirnya saya dibantu mbah wardi di DPK kan di SMK Pusponegoro Brebes Tahun 2009/2010, sebagai guru dan tambahan Jabatan Kepala Sekolah sampai sekarang.

Scroll to Top