5G adalah Masa Depan kita

Generasi kelima (5G) sebagai fase berikutnya dari standar telekomunikasi seluler.

**Labuan Bajo, Padar Island, NTT

Apa Itu 5G?

5G 20x lebih cepat dari 4G, mencapai kecepatan data puncak 20 Gbps

5G adalah istilah untuk menyebut teknologi seluler generasi ke-5 (5G) yang merupakan evolusi paling mutakhir saat ini. 5G menciptakan komunikasi yang semakin mulus antara manusia, mesin, objek, dan perangkat.

5G adalah jaringan seluler generasi kelima. Lebih cepat hingga 20 kali dari 4G, 5G menciptakan peluang yang belum pernah dirasakan sebelumnya bagi orang-orang dan bisnis. Kecepatan konektivitas yang lebih cepat, latensi yang sangat rendah, dan bandwidth yang lebih besar memajukan masyarakat, mengubah industri, dan secara dramatis meningkatkan pengalaman sehari-hari. Layanan yang dulu dianggap futuristik, seperti e-health, kendaraan yang terhubung dan sistem lalu lintas, serta game cloud seluler canggih telah hadir.

Dengan teknologi 5G, kami dapat membantu membuat masa depan yang lebih cerdas, aman, dan berkelanjutan.

Kinerja 5G secara keseluruhan lebih baik dari pada teknologi sebelumnya, 4G.

5G
20x Lebih Cepat
4G
5G
10x Lebih Cepat
4G
*ITU-R M.2083

Kinerja 5G secara keseluruhan lebih baik dari pada teknologi sebelumnya, 4G.

20x

Streaming & Download Lebih Cepat

Dengan jaringan 5G, Film berukuran 800 MB dapat didownload hanya dalam 1 detik.

10x

Throughput yang berpengalaman

Membawa kecepatan puncak multi-Gbps yang lebih seragam. Menghubungkan lebih banyak perangkat tanpa kehilangan performa.

10x

Lebih Responsif, Selamat Tinggal “Lag”

Memberikan latensi serendah 1 ms. Dalam bermain game, latensi adalah kunci untuk menang.

Seputar 5G

Radiasi 5G menyebabkan lebih banyak penyebaran Covid-19

Virus tidak dapat menyebar melalui gelombang radio.

5G tidak menyebarkan virus Corona dan tidak menyebabkan COVID-19. Ini menjadi salah satu mitos 5G terkait risiko kesehatan yang beredar di internet yang dikaitkan antara peluncuran 5G yang dekat dengan penyebaran COVID-19. Pertama, virus Corona menyebar melalui droplet kecil yang menginfeksi saluran pernapasan. Virus tidak dapat menyebar melalui gelombang radio.
Apakah kehadiran 5G akan mempengaruhi kecepatan 4G?

Tentu saja tidak.

Tidak. Saat perangkat pengguna terhubung ke jaringan 5G, pengguna akan mendapatkan koneksi cepat dari 5G. Namun, begitu pengguna tidak lagi berada dalam jangkauan 5G, koneksi akan dialihkan ke jaringan yang berada dalam jangkauan di area tersebut, misalnya 4G. Tergantung ketersediaan jaringan di daerah tersebut. Dengan kondisi tersebut, tentunya pengalaman pelanggan dalam hal kecepatan akses data tidak akan sebaik jaringan 5G.
Bisakah 5G meningkatkan kualitas game seluler?

5G memiliki latensi 10 kali lebih rendah daripada 4G

Tentu saja. Salah satu keunggulan 5G dibandingkan generasi sebelumnya adalah latency (waktu akses layanan data) yang sangat sangat rendah yang akan memberikan respon dan feedback dari pengalaman gaming ke level yang lebih tinggi. Sebagai perbandingan, 5G mampu menawarkan latensi 10 kali lebih rendah dari 4G atau dengan kata lain hingga 1ms.
Apakah jaringan 5G membuat baterai smartphone boros?
Untuk saat ini, belum ada use case yang mengatakan bahwa jaringan 5G bisa membuat baterai smartphone menjadi boros. Namun, saat pengguna berada di area dengan sinyal atau jaringan minim, transmitter smartphone akan bekerja ekstra keras untuk menangkap sinyal tersebut, sehingga akan menghabiskan baterai. Agar baterai smartphone tidak boros, pengguna disarankan untuk tidak melakukan pengaturan jaringan di 5G Only atau LTE Only.
Apakah teknologi 5G aman untuk kesehatan?

Ya, 5G aman untuk kesehatan kita.

Sama seperti teknologi generasi sebelumnya, 5G beroperasi menggunakan gelombang radio, yang juga dikenal sebagai medan elektromagnetik frekuensi radio (EMF). Gelombang ini sama dengan yang digunakan di televisi dan radio selama ini. Dalam situsnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa paparan frekuensi radio yang digunakan oleh 5G dapat membahayakan tubuh manusia.